Menu Home

Bercerita Melalui Tulisan

Sabtu, 21 September Di antara kecintaan terhadap berbagai bentuk kesenian, saya menganggap menulis sebagai kecintaan utama. Melalui tulisan saya bercerita kepada orang-orang terdekat, mereka yang tidak saya kenal, sampai mereka dari beberapa generasi di masa depan. Sebelum menulis saya terlebih dulu bercerita melalui gambar. Bahkan sebelum bisa baca-tulis saya sudah sering membuat rangkaian gambar yang berkisah.

Ketika membaca dan menulis semakin lancar, saya mulai membuat komik. Setelah berkenalan dengan mesin ketik, saya menulis cerita pendek. Kemudian seiring berkembangnya teknologi, saya beralih ke laptop, dan menghasilkan novel pertama “Saraswati”, di penghujung tahun 2005. Novel itu kemudian diterbitkan di akhir tahun 2006, oleh penerbit AKOER. Setelah Saraswati, buku berikutnya adalah; Frans dan Sang Balerina, Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos, The Other Door.

Dengan menulis, saya banyak belajar, mau tak mau harus rajin membaca. Pada setiap cerita, walau fiksi, selalu ada informasi yang saya sisipkan. Misalnya kisah M.H. Thamrin yang ternyata keturunan Inggris, atau tentang Rudolph Nureyev-penari balet pria yang banyak menginspirasi dalam penulisan Frans dan Sang Balerina.

Menulis fiksi sangat menyenangkan, karena saya dapat menjadi siapa saja, di mana saja, tanpa benar-benar berpindah tempat. Dan dengan menulis sebenarnya saya mentransfer imajinasi menjadi sedikit bagian dari kenyataan. Saya dan para pembaca sama-sama percaya akan sebuah kisah, dan itulah yang menghidupkan cerita.

Sabtu, 21 September 2013, SMA St. Theresia, mengundang saya ke acara Temu Profesi. Acara Temu Profesi, adalah acara di mana para alumni menjelaskan pekerjaan mereka, tujuannya agar wawasan para siswa terhadap berbagai profesi semakin luas. Dalam seminar, saya menceritakan perjalanan sebagai seorang novelis. Mulai dari buku pertama hingga buku yang akan diterbitkan. Adik-adik SMA St. Theresia terlihat cukup antuasias dan interaktif.

Saya juga menjelaskan ragam pekerjaan penulis. Selain novelis, ada berbagai macam profesi yang membutukan kemampuan menulis sebagai keahlian utama, di antaranya; wartawan, penyair, copywriter, penulis naskah, dll. Di luar itu, kemampuan menulis sangat penting dimiliki setiap orang, karena pada akhirnya apa pun pekerjaan yang kita pilih akan menuntut kemampuan menulis, minimal untuk membuat profil diri.

Selanjutnya, saya juga menerangkan tahapan penerbitan buku, mulai dari naskah hingga sampai ke tangan pembaca. Acara saya tutup dengan mengajak adik-adik bermain kuis. Kuisnya adalah menciptakan slogan yang tepat untuk gambar Gatot Kaca yang sedang terbang. Tiga peserta maju ke depan, masing-masing membuat slogan spontan yang kreatif. Hadiahnya mendapat kumcer  “Amplop Merah Muda Untuk Pak Pos”.

Anak Indonesia, teruslah bermimpi sampai menjadi kenyataan. Tidak ada pekerjaan yang remeh di dunia ini, tekuni yang kalian cintai, niscaya itu akan menjadi pekerjaan kalian.

Kanti W. Janis, berbagi pengalaman sebagai novelis/penulis

Kanti W. Janis, berbagi pengalaman sebagai novelis/penulis

Categories: Blog

Tagged as:

Kanti Janis