Menu Home

Rumah Susun Solusi Ledakan Penduduk di Jakarta – 21 Maret 2014 – Tribun News

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Penduduk Jakarta yang terus meningkat ditambah lagi luas ibukota yang tidak bertambah membuat kenyamanan hidup semakin tidak nyaman. Pemerintah diminta menjamin kenyamanan hidup warga Jakarta dengan segera, salah satu jawabannya adalah dengan membangun rumah susun.

“Rumah susun adalah jawaban bagi ledakan jumlah penduduk Jakarta, juga  jawaban untuk keteraturan tata kota,” kata Caleg PAN Dapil Jakarta III, Kanti W Janis dalam pernyataannya, Kamis(20/3/2014).

Hanya saja rencana untuk membangun rumah susun kata Kanti selalu menemui kendala, salah satunya adalah penolakan dari penduduk.
Agar warga tidak menolak dipindahkan, pemerintah harus menjamin kenyamanan hidup mereka di sana. Penduduk terutama butuh kepastian mengenai status kepemilikan rusun.

Ia pun mencontohkan, warga rusun Marunda. Mereka sudah senang tinggal di rumah susun tapi tidak ada kepastian bagi mereka untuk tinggal di sana seterusnya.

“Saat saya melakukan temu warga bersama James Raymond Lawalata (pemerhati masalah sosial) di rusun Marunda, mereka mengeluh bahwa mereka hanya bisa sementara tinggal di sana. Mereka harus menandatangani Surat Perjanjian (SP) yang diterbitkan oleh Kepala Unit Pengelola Rusun Marunda, yang isinya menyatakan bahwa warga harus memperpanjang perjanjian sewa setiap dua tahun sekali, kemudian perjanjian itu hanya bisa diperpanjang maksimal 3 kali. Artinya mereka hanya bisa tinggal di Rusun Marunda selama 6 tahun. SP tersebut telah mengganggu warga yang telah susah payah mendapatkan jatah tinggal di sana,” ujar Kanti.

Selain itu lanjut Kanti warga Rusun Marunda juga meminta agar pemerintah membiarkan mereka menjadi pemilik, bukan sekedar menyewa. Mereka pun rela membayar cicilan, asal dikemudian hari dapat memiliki SHM.

Menurut Kanti, selain kepastian status kepemilikan, pemerintah juga harus memberi pelatihan tentang kenyamanan dan kebersihan hidup di rusun. Hal ini telah dilakukan pemerintah Singapura puluhan tahun lalu. Bukan hanya sekedar mendirikan fasilitas, tetapi pemerintah Singapura juga terus mengajarkan dan mensimulasikan cara penggunaan fasilitas tersebut.

“Berikutnya setiap pembangunan rusun harus dibarengi dengan kemudahan akses ke transportasi umum, pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan,” ujar Advokat yang juga seorang penulis ini.

Jika hal-hal dasar di atas telah dipenuhi, menurut Kanti dalam usaha relokasi dari rumah tanah ke rusun pemerintah tidak akan mengalami kesulitan, bahkan masyarakat akan berlomba-lomba pindah. Laman Berita

Categories: Uncategorized

Kanti Janis