Menu Home

Anakku yang Kucintai

Anakku yang Kucintai

 

Anakku, aku cinta sekali kepadamu, karenanya aku tidak ingin melahirkanmu ke dunia.

Kamu masih ada di surga, dan jika aku bisa menawarkan yang lebih baik dari surga, akan kulakukan apa pun untuk membawamu ke dunia. Bagiku memiliki anak bukan untuk peneman sepi, penerus generasi, kelanjutan fase kehidupan, atau untuk mengubur tubuh renta yang tak lagi bernyawa.

 

Aku hanyalah akan mengundangmu ke dunia, ketika:

 

manusia tidak lagi dinilai dari harta yang dimiliki

semua orang bisa beribadah sesuai kepercayaan yang bergema di hati

manusia berani jujur untuk kebenaran

manusia tidak dibedakan atas gelar pendidikan

keluarga tidak saling meremehkan

perempuan tidak dianggap obyek

anak kecil bisa belajar di sekolah dengan gembira

pendidikan sekolah bukan lagi kewajiban tetapi pilihan

semua anak memiliki kesempatan yang sama, terlepas dari siapa ia dilahirkan

manusia bisa hidup selaras dengan alam

manusia tidak rakus mengeksploitasi alam

manusia dicintai karena kebaikan hati bukan penampilan

perang bukan jawaban untuk kedamaian

manusia mencintai alam sebagaimana mencintai uang,sekarang

manusia mau bergotong royong tanpa pamrih

manusia tidak lagi saling bunuh demi uang

manusia tidak saling menjagal karena berlian

tidak ada penindasan atas nama agama atau rakyat

pemerintah benar bekerja untuk rakyat

pria dan wanita bisa berkomitmen pada janji cinta

manusia tidak saling memanfaatkan

 

Oh, anakku, aku sangat mencintaimu, teramat dalam… Bagaimana aku tega merenggut surga dan memintamu tinggal di bumi yang menjerit pilu?

 

Kanti W. Janis

290415

1.50 AM

 

Categories: Blog

Kanti Janis